rs soewandhi
Dr. Roeslan Soewandhi: A Pioneer of Indonesian Architectural Modernism
Roeslan Soewandhi (1915-1991) berdiri sebagai tokoh penting dalam perkembangan modernisme arsitektur Indonesia. Karyanya, mulai dari akhir masa kolonial hingga tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia, mewujudkan sintesis unik prinsip-prinsip modernis internasional dengan kepekaan budaya lokal dan pertimbangan lingkungan. Meskipun sering kali dibayangi oleh arsitek-arsitek yang lebih diakui secara internasional, kontribusi Soewandhi sangat penting untuk memahami evolusi wacana arsitektur di Indonesia dan adaptasinya terhadap tantangan dan peluang spesifik yang ada di nusantara.
Kehidupan Awal dan Pendidikan: Sebuah Landasan dalam Konteks Kolonial
Kehidupan awal Soewandhi tak lepas dari rumitnya pemerintahan kolonial Belanda. Lahir di Surabaya, kota pelabuhan utama di Jawa Timur, ia merasakan langsung hierarki spasial dan sosial yang melekat dalam sistem kolonial. Pendidikannya di Technische Hogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung atau ITB), universitas teknik terkemuka di Hindia Belanda, memberinya landasan yang kokoh dalam bidang teknik dan desain arsitektur. Institusi ini, meniru Universitas Teknologi Delft di Belanda, menanamkan mahasiswanya penekanan kuat pada fungsionalisme, perencanaan rasional, dan penggunaan material secara efisien.
Namun, kurikulum tersebut juga memaparkan siswa pada gaya arsitektur yang berlaku pada masa itu, termasuk Nieuwe Zakelijkheid (Objektivitas Baru), varian modernisme Belanda yang bercirikan garis-garis bersih, bentuk geometris, dan penolakan terhadap ornamen. Pemaparan Soewandhi terhadap prinsip-prinsip ini meletakkan dasar bagi eksplorasinya selanjutnya terhadap idiom arsitektur modern. Yang terpenting, pendidikannya juga mencakup unsur arsitektur tropis, yang mengakui perlunya mengadaptasi model Eropa terhadap iklim panas dan lembab di Indonesia.
Arsitektur Pasca Kemerdekaan: Mendefinisikan Identitas Nasional
Deklarasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 menandai momen penting bagi arsitektur. Kebutuhan untuk membangun identitas nasional baru adalah hal yang terpenting, dan arsitektur menjadi alat penting dalam upaya ini. Soewandhi, bersama arsitek Indonesia lainnya, menghadapi tantangan untuk menciptakan bahasa arsitektur berbeda yang mencerminkan warisan budaya negara sekaligus menganut prinsip modernitas.
Dia menolak peniruan gaya Barat, dan memilih pendekatan yang lebih bernuansa yang mengintegrasikan tradisi bangunan asli, material, dan konsep tata ruang. Pendekatan ini terlihat dari penggunaan material lokal seperti kayu, bambu, dan batu bata, yang sering dikombinasikan dengan beton dan baja untuk mencapai integritas struktural dan estetika modern. Selain itu, ia memasukkan elemen arsitektur tradisional Jawa dan daerah lainnya, seperti atap yang curam, beranda yang luas, dan halaman, ke dalam desainnya.
Proyek Utama dan Prinsip Desain
Beberapa proyek Soewandhi menunjukkan pendekatan arsitekturnya yang khas:
-
Bank Indonesia Cabang Surabaya (1955): Bangunan ini merupakan contoh utama kemampuan Soewandhi dalam memadukan estetika modern dengan pengaruh kedaerahan. Massa bangunannya sangat modern, dengan garis-garis yang bersih dan tata letak yang fungsional. Namun, penggabungan bentuk atap dan elemen dekoratif yang terinspirasi dari Jawa, seperti motif bunga bergaya, memberikan hubungan visual yang jelas dengan warisan budaya Indonesia. Penggunaan material lokal semakin memperkuat hubungan ini.
-
The Heroes Monument (Tugu Pahlawan) in Surabaya (1951-1952): Monumen ikonik ini, dirancang bekerja sama dengan arsitek lain, memperingati Pertempuran Surabaya, peristiwa penting dalam Revolusi Nasional Indonesia. Bentuk monumen, sebuah obelisk yang menjulang tinggi, tidak dapat disangkal modern dalam kesederhanaan dan vertikalitasnya. Namun, taman dan lanskap di sekitarnya menggabungkan unsur-unsur desain taman Indonesia, menciptakan ruang kontemplatif yang membangkitkan rasa kebanggaan dan kenangan nasional.
-
Arsitektur Perumahan: Soewandhi juga merancang berbagai bangunan tempat tinggal, mulai dari rumah sederhana hingga vila yang lebih besar. Proyek-proyek ini sering kali menunjukkan komitmennya untuk menciptakan ruang hidup yang nyaman dan fungsional yang merespons iklim tropis. Ia menekankan ventilasi alami, peneduh, dan integrasi ruang dalam dan luar ruangan. Penggunaan bahan-bahan lokal dan teknik bangunan tradisional semakin meningkatkan kelayakan huni dan keberlanjutan rumah-rumah ini.
Prinsip desain Soewandhi dapat diringkas sebagai berikut:
- Modernisme Kontekstual: Ia percaya bahwa arsitektur modern harus disesuaikan dengan konteks spesifik Indonesia, dengan mempertimbangkan iklim, budaya, dan sumber daya yang tersedia.
- Integrasi Tradisi: Ia berupaya memasukkan unsur-unsur warisan arsitektur Indonesia ke dalam desainnya, bukan hanya sebagai ornamen, namun sebagai bagian integral dari konsep arsitektur secara keseluruhan.
- Fungsionalisme dan Efisiensi: Ia menganut prinsip fungsionalisme, mengutamakan efisiensi penggunaan ruang dan material.
- Keberlanjutan: Dia menyadari pentingnya praktik desain berkelanjutan, memanfaatkan bahan-bahan lokal dan menggabungkan strategi pendinginan dan ventilasi pasif.
- Desain yang Berpusat pada Manusia: Ia mengutamakan penciptaan ruang yang nyaman dan layak huni yang memenuhi kebutuhan penghuninya.
Pengaruh dan Warisan
Pengaruh Soewandhi terhadap arsitektur Indonesia tidak hanya terbatas pada karya-karyanya saja. Sebagai seorang profesor di ITB, ia membimbing generasi-generasi calon arsitek, menanamkan komitmennya terhadap modernisme kontekstual dan rasa hormatnya terhadap warisan budaya Indonesia. Ajarannya menekankan pentingnya memahami lingkungan dan budaya setempat, serta merancang bangunan yang fungsional dan estetis.
Karyanya juga menjadi model bagi arsitek Indonesia lainnya yang menghadapi tantangan dalam mendefinisikan identitas arsitektur nasional di era pasca kemerdekaan. Ia menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern dapat dilakukan tanpa mengorbankan keaslian budaya.
Meskipun karya Soewandhi mungkin tidak dikenal luas secara internasional seperti karya beberapa orang sezamannya, kontribusinya terhadap arsitektur Indonesia tidak dapat disangkal. Beliau memainkan peran penting dalam membentuk lanskap arsitektur Indonesia, dan warisannya terus menginspirasi para arsitek hingga saat ini. Penekanannya pada modernisme kontekstual, integrasi tradisi, dan praktik desain berkelanjutan tetap sangat relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti perubahan iklim dan globalisasi. Bangunan-bangunannya merupakan contoh abadi tentang bagaimana arsitektur modern dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi spesifik suatu tempat dan budaya tertentu. Ia mewakili jembatan penting antara pengaruh arsitektur kolonial dan pengembangan identitas arsitektur modern Indonesia yang sesungguhnya. Perhatiannya yang cermat terhadap detail dan pemahaman mendalam terhadap material lokal dan teknik konstruksi mengukuhkan posisinya sebagai tokoh penting dalam sejarah arsitektur Indonesia. Komitmennya terhadap pendidikan semakin memperkuat dampaknya, membentuk generasi arsitek Indonesia berikutnya untuk menerapkan pendekatan desain yang peka budaya dan sesuai konteks.

